Manfaat dari Perhatian pada Jasmani

MANFAAT DARI PERHATIAN PADA JASMANI


32. “Para bhikkhu, ketika perhatian pada jasmani telah berulangulang dipraktikkan, dikembangkan, dilatih, digunakan sebagai kendaraan, digunakan sebagai landasan, ditegakkan, digabungkan, dan dijalankan dengan baik, maka sepuluh manfaat ini dapat diharapkan. Apakah sepuluh ini?
33. (i) “Seseorang menjadi penakluk ketidak-puasan dan kesenangan, dan ketidak-puasan tidak menaklukkan dirinya; ia berdiam setelah mengatasi ketidak-puasan pada saat munculnya.
34. (ii) “Seseorang menjadi penakluk ketakutan dan kekhawatiran, dan ketakutan dan kekhawatiran tidak menaklukkan dirinya; ia berdiam setelah mengatasi ketakutan dan kekhawatiran pada saat munculnya. 
Perhatian pada Jasmani.
35. (iii) “Seseorang menahankan dingin dan panas, lapar dan haus, dan kontak dengan lalat, nyamuk, angin, matahari, dan binatang-binatang melata; ia menahankan ucapan-kasar, katakata yang tidak menyenangkan dan perasaan jasmani yang telah muncul yang menyakitkan, menyiksa, tajam, menusuk, tidak menyenangkan, menyusahkan, dan mengancam kehidupan.
36. (iv) “Seseorang sesuai kehendaknya dan tanpa kesulitan atau kesusahan memperoleh empat jhāna yang merupakan pikiran yang lebih tinggi dan [98] memberikan kediaman yang nyaman di sini dan saat ini.
37. (v) “Seseorang mengerahkan berbagai jenis kekuatan batin … (
seperti Sutta 108, §18) … ia mengerahkan kekuatan jasmani bahkan hingga sejauh alam Brahma.
38. (vi) “Dengan unsur telinga dewa, yang murni dan melampaui manusia, ia mendengarkan kedua jenis suara, surgawi dan manusia, suara-suara yang jauh maupun dekat.
39. (vii) “Seseorang memahami pikiran makhluk-makhluk lain, orang-orang lain, setelah melingkupi pikiran mereka dengan pikirannya sendiri. Ia memahami pikiran yang terpengaruh nafsu sebagai terpengaruh nafsu … (
seperti Sutta 108, §20) … pikiran tidak terbebaskan sebagai tidak terbebaskan.
40. (viii) “Seseorang mengingat banyak kehidupan lampaunya, yaitu, [99] satu kelahiran, dua kelahiran … (
seperti Sutta 51, §24) … Demikianlah dengan aspek-aspek dan ciri cirinya ia mengingat banyak kehidupan lampaunya.
41. (ix) “Dengan mata dewa, yang murni dan melampaui manusia, ia melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan muncul kembali, hina dan mulia, cantik dan buruk-rupa, kaya dan miskin, dan ia memahami bagaimana makhluk-makhluk berlanjut sesuai perbuatan mereka.
42. (x) “Dengan menembusnya untuk dirinya sendiri dengan pengetahuan langsung, ia di sini dan saat ini masuk dan berdiam

1560 · Kāyagatāsati Sutta: Sutta 119 dalam kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan yang tanpa noda dengan hancurnya noda-noda.
43. “Para bhikkhu, ketika perhatian pada jasmani telah berulang-ulang dipraktikkan, dikembangkan, dilatih, digunakan sebagai kendaraan, digunakan sebagai landasan, ditegakkan, digabungkan, dan dijalankan dengan baik, maka sepuluh manfaat ini dapat diharapkan.” Itu adalah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā. Para Bhikkhu merasa puas dan gembira mendengar kata-kata Sang Bhagavā.

(Majjhima Nikaya, Kayasugati sutta, 119)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!