Nalanda Foundation



Detail Buku

Judul : Tantra Nusantara: Sejarah, Jaringan, dan Transformasi Buddhisme Esoterik di Indonesia

Penulis :
(1) Dr. Lauw Acep, S.Ag., M.Pd.B.
(2) Rangjung Yeshe Nyugu Dorje

Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda

ISBN : Belum tersedia (dalam proses penerbitan)

Bahasa : Bahasa Indonesia

Halaman : 255 halaman

Kategori : Sejarah Buddhisme, Buddhisme Esoterik, Vajrayāna, Sejarah dan Kebudayaan Nusantara, Arkeologi Buddhis, Ikonografi Buddhis, Filologi, Manuskrip Buddhis, Sejarah Maritim, Kosmologi Buddhis, dan Studi Agama.
Deskripsi Buku

Buku Tantra Nusantara: Sejarah, Jaringan, dan Transformasi Buddhisme Esoterik di Indonesia menghadirkan kajian mengenai perjalanan dan perkembangan Buddhisme esoterik di kepulauan Nusantara melalui perspektif sejarah, agama, dan kebudayaan. Buku ini mengajak pembaca menelusuri berbagai jejak Tantra Buddhis yang tersimpan dalam prasasti, manuskrip, arca, candi, ikonografi, benda ritual, karya sastra, serta jaringan perdagangan dan pertukaran pengetahuan antarkawasan Asia. Pembahasannya tidak hanya berfokus pada keberadaan praktik Tantra, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana ajaran dan tradisi Buddhis bergerak dari berbagai pusat pembelajaran Asia, berjumpa dengan masyarakat Nusantara, mengalami penafsiran dan penyesuaian, hingga membentuk ekspresi keagamaan dan kebudayaan yang memiliki karakter lokal. Pendekatan ini menempatkan Nusantara bukan sekadar sebagai wilayah penerima pengaruh dari luar, melainkan sebagai ruang perjumpaan dan transformasi Buddhisme dalam sejarah Asia.

Secara sistematis, buku ini membahas perkembangan Buddhisme esoterik di Nusantara melalui 22 bab yang saling berkaitan. Pembahasan dimulai dari sejarah masuknya Buddhisme, jaringan maritim dan peran Sriwijaya, perkembangan Buddhisme Mahāyāna pada masa Śailendra, serta berbagai persoalan sejarah yang berkaitan dengan Candi Borobudur dan konsep maṇḍala. Selanjutnya, buku ini menguraikan ikonografi Buddhis, simbol vajra dan mudrā, mantra dan dhāraṇī, hubungan Buddhisme dan Śaivisme di Jawa, perkembangan Tantra pada masa Singhasari dan Kṛtanagara, serta peran sutra, manuskrip, dan karya sastra dalam mewariskan pengetahuan Buddhis. Pembahasan kemudian diperluas melalui kajian arsitektur candi, ruang sakral, kosmologi, lanskap Nusantara, jalur maritim, jaringan guru dan pelajar, hingga proses lokalisasi dan transformasi tradisi Buddhis dalam kebudayaan Nusantara. Buku ini juga mengulas hubungan Tantra dengan identitas dan memori keagamaan, kekuasaan dan dinamika masyarakat, persoalan sejarah dan mitologi, serta berbagai peluang penelitian dan pelestarian warisan Buddhis untuk masa depan.

Melalui pendekatan historis dan interdisipliner, buku ini menekankan pentingnya membaca peninggalan masa lalu secara kritis dengan mempertimbangkan keterkaitan antara sumber tekstual, arkeologis, epigrafis, sastra, dan material budaya. Pembaca diajak memahami bahwa tidak setiap arca Buddhis, penggunaan mantra, atau kesamaan simbol secara otomatis membuktikan keberadaan suatu sistem Tantra tertentu. Oleh karena itu, pembahasan disusun dengan memperhatikan perbedaan antara bukti sejarah, interpretasi, dan hipotesis, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lebih lanjut. Buku ini ditujukan bagi akademisi, dosen, mahasiswa, peneliti, pemerhati sejarah dan kebudayaan Buddhis, praktisi keagamaan, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah Buddhisme di Indonesia. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus jembatan pengetahuan untuk mengenali, memahami, dan menghargai warisan intelektual, spiritual, serta kebudayaan Buddhis Nusantara dalam konteks sejarah Asia dan perkembangan Buddhisme Indonesia masa kini.

Scroll to Top