Nalanda Foundation




Detail Buku

Judul : Model Socratic Dialogue Terintegrasi Sutra Makna Tanpa Batas: Pendekatan Konseling Reflektif, Kognitif, dan Spiritual untuk Kesejahteraan Psikologis dan Pencerahan Diri

Penulis : Heri

Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda

ISBN : Belum tersedia (dalam proses penerbitan)

Bahasa : Bahasa Indonesia

Halaman : 241 halaman

Kategori : Konseling, Psikologi, Kesehatan Mental, Socratic Dialogue, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Spiritualitas Buddhis, Pengembangan Diri, Pendidikan Karakter, Kesejahteraan Psikologis, dan Kebijaksanaan.
Deskripsi Buku

Buku Model Socratic Dialogue Terintegrasi Sutra Makna Tanpa Batas menghadirkan suatu pendekatan konseling integratif yang memadukan dialog reflektif Socrates, perspektif psikologi modern, prinsip Cognitive Behavioral Therapy (CBT), serta nilai-nilai kebijaksanaan dan welas asih yang terkandung dalam Sutra Makna Tanpa Batas (Amitartha Sutra). Buku ini mengajak pembaca memahami manusia secara lebih utuh, tidak hanya dari aspek pikiran dan emosi, tetapi juga melalui dimensi makna hidup, moralitas, kesadaran, dan spiritualitas. Pendekatan ini dikembangkan sebagai upaya menjawab berbagai tantangan kehidupan modern, seperti stres, kecemasan, krisis identitas, kehilangan makna hidup, serta kesulitan dalam memahami dan mengelola pengalaman pribadi.

Secara sistematis, buku ini membahas landasan filosofis dan psikologis pengembangan Model Socratic Dialogue Terintegrasi Sutra Makna Tanpa Batas (SD-SMTB), mulai dari hakikat manusia, penderitaan, kesejahteraan psikologis, tradisi dialog Sokratik, hingga nilai-nilai spiritual dalam Sutra Makna Tanpa Batas dan semangat Bodhisattva. Pembahasan kemudian diarahkan pada konseptualisasi dan struktur model, mekanisme perubahan, serta delapan tahapan pelaksanaan konseling yang mencakup eksplorasi pengalaman hidup, pengembangan kesadaran diri, dialog Sokratik, refleksi dan penemuan terbimbing, integrasi nilai-nilai sutra, pengembangan kebijaksanaan dan welas asih, perencanaan tindakan, serta evaluasi dan transformasi diri. Buku ini juga dilengkapi pembahasan mengenai teknik konseling, kompetensi konselor, instrumen asesmen dan evaluasi, panduan praktis pelaksanaan konseling, serta kerangka validasi dan pengujian efektivitas model.

Melalui pendekatan yang reflektif, sistematis, dan aplikatif, buku ini tidak hanya menempatkan konseling sebagai proses untuk memahami dan mengatasi persoalan psikologis, tetapi juga sebagai sarana pengembangan manusia secara menyeluruh. Pembaca diajak membangun kesadaran diri, mengembangkan kemampuan regulasi emosi, menemukan makna dalam pengalaman kehidupan, serta menumbuhkan kebijaksanaan dan welas asih yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Buku ini ditujukan bagi konselor, psikolog, pendidik, dosen, mahasiswa, peneliti, pembina keagamaan, praktisi pengembangan karakter, serta masyarakat luas yang memiliki perhatian terhadap kesehatan mental dan pengembangan diri. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi teoretis sekaligus panduan praktis dalam mengembangkan pendekatan konseling berbasis kebijaksanaan untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan perjalanan menuju pencerahan diri.

Scroll to Top