
4 Latihan Untuk Mencapai Kebahagiaan
Kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya yang terdalam. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah dan justru berakhir dengan kehidupannya yang jauh lebih menderita dari sebelumnya.Ada empat latihan yang bisa kita kembangkan untuk mendapatkan ketenangan, pikiran harmoni, juga kebahagiaan. Dan praktik mindfulness yang sering kita bicarakan bisa diikuti oleh siapapun, apabila dipraktikkan dengan baik, siapapun mendapat manfaat, yaitu kebahagiaan yang dapat kita rasakan dalam waktu yang sangat lama
Keempat hal itu adalah; melenyapkan kekotoran batin di dalam diri, berhenti memunculkan kotoran batin yang baru, menumbuhkan pikiran baik yang belum ada di dalam diri, mengembangkan pikiran baik yang sudah ada di dalam diri. Keempat hal ini merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan dan tidak dapat dipisahkan.
Sejenak saya ingin mengajak Anda untuk mengkondisikan batin dan pikiran dalam keadaan tenang, karena keempat hal ini bisa dipahami saat kita sudah mulai merasakan ketenangan karena hal ini sebenarnya cukup mendalam. Dan setelah ini akan kita ulas satu persatu.
- Pertama, melenyapkan kekotoran batin di dalam diri, dari zaman dulu sampai sekarang bahkan dari lahir sampai umur kita yang sekarang ini, kita selalu membangkitkan negatifitas, memunculkan pikiran-pikiran negatif yang disadari maupun yang tidak disadari. Hal-hal buruk yang kita tanam di dalam diri kita sejak dulu sampai sekarang ini menjadi penderitaan yang nyata di dalam diri kita. Untuk itulah supaya kita mempunyai ketenangan, kedamaian, pikiran harmoni perlu dilenyapkan, perlu dihapus, dan dikikis secara perlahan. Jika tidak, maka hal ini akan memberikan kehidupan yang rumit.
- Kedua, berhenti memunculkan kotoran batin yang baru, pada saat kita telah bertemu dengan teknik meditasi yang sangat baik, berjuang dengan sungguh-sungguh untuk tidak membangkitkan kotoran batin yang baru. Sebagai contoh, ketika Anda sedang menghadapi kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan, biasanya kita bereaksi dengan penolakan berupa kebencian, kemarahan, kekhawatiran, sedih, dan perasaan tidak menyenangkan lainnya. Untuk itulah kita harus melakukan suatu perubahan demi ketenangan dan kebahagiaan di dalam diri. Perubahannya adalah kita hanya perlu mengetahui ketika pikiran yang tidak baik ini muncul, kemudian dilenyapkan diamati dan jangan dikembangkan, jangan dilampiaskan dalam bentuk ucapan apalagi tindakan.
- Ketiga, menumbuhkan pikiran baik yang belum ada di dalam diri kita. Pikiran baik dalam hal ini adalah Upekkha atau keseimbangan batin dan juga kebijaksanaan. Praktiknya adalah ketika melakukan aktivitas sehari-hari, missal dirumah, bekerja, dan lain sebagainya. Jika nanti dihadapkan pada satu kondisi yang tidak menyenangkan, hati-hati!!! Karena sifat alami pikiran hanya ada dua, baik dan buruk. Kondisi yang tidak menyenangkan mengundang pikiran negatif untuk datang, mengundang kebencian dan juga kemarahan untuk datang. Tetapi bagi kita yang berlatih mindfulness, respon kita harus beda. Maka ketika kondisi yang tidak menyenangkan datang maka pikiran kita harus seimbang dengan mempunyai pengertian bahwa kondisi yang tidak menyenangkan ini akan segera berlalu. Karena jika kita membenci sesuatu yang berlalu itu namanya kebodohan.
- Terakhir, selalu mengembangkan pikiran baik yang telah ada di dalam diri. Jangan biarkan pikiran baik yang telah ada di dalam diri kita lenyap, selalu perkuat pikiran-pikiran baik tersebut dengan selalu berlatih dan praktik mindfulness. Mindfulness bisa dilakukan kapan saja bahkan ketika kita sedang beraktifitas pun, mindfulness dapat dijalankan. Dengan selalu praktik mindfulness maka segala pikiran, ucapan dan perbuatan kita akan dapat dikendalikan dengan baik, hasilnya kita dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

