4 Jenis Makhluk yang Diamati oleh Sang Buddha Sebelum Mengajarkan Dhamma

Sebagai umat Buddha tentunya kita mengetahui bahwa kita memiliki Guru Agung sebagai panutan, yaitu Sang Buddha. Sang Buddha telah menunjukkan jalan untuk membebaskan diri dari usia tua, sakit, dan kematian. Tahukah Anda bahwa Sang Buddha sempat ragu untuk mengajarkan Dhamma? Namun Brahmā Sahampati  mengajukan permohonan untuk mengajarkan Dhamma dengan berkata:

Di alam semesta ini, ada makhluk-makhluk yang memiliki sedikit debu di mata mereka. Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka.

Kemudian dengan welas asih, Sang Buddha menyetujui permohonan Brahmā Sahampati. Sebelum mengajarkan Dhamma Sang Buddha mengamati dunia makhluk-makhluk dengan sepasang Mata-Buddha (Buddha-cakkhu). Dalam pengamatannya, Beliau melihat jelas 4 jenis makhluk yang berbeda-beda (seperti empat jenis bunga teratai). Keempat jenis makhluk itu adalah:

Mereka yang memahami Dhamma Empat Kebenaran Mulia bahkan jika hanya diajarkan secara singkat (māttikā uddesa) dan mencapai kesucian bagaikan bunga teratai yang tinggi di atas permukaan air akan mekar hari itu juga seiring terbitnya matahari (ugghātitaññi puggala)

  • Mereka yang memahami Dhamma Empat Kebenaran Mulia bahkan jika hanya diajarkan secara singkat (māttikā uddesa) dan mencapai kesucian bagaikan bunga teratai yang tinggi di atas permukaan air akan mekar hari itu juga seiring terbitnya matahari (ugghātitaññi puggala)
  • Mereka yang belum dapat mencapai kesucian dengan mendengarkan Dhamma yang diajarkan secara singkat namun dapat memahami dan mencapai kesucian hanya jika Empat Kebenaran Mulia dijelaskan secara terperinci (vitthāra niddesa padabhajani) bagaikan bunga teratai yang berada persis di permukaan air akan mekar keesokan harinya (vipañcitaññū puggala)
  • Mereka yang belum dapat mencapai kesucian dengan mendengarkan Dhamma baik secara singkat maupun secara terperinci dalam satu kali duduk, namun dapat memahami Empat Kebenaran Mulia dan mencapai kesucian setelah satu hari atau satu bulan atau satu tahun dengan bantuan teman-temannya dan dengan terus-menerus berusaha menembus Dhamma bagaikan bunga teratai yang masih berada di bawah air akan mekar pada hari ketiga (ñeyya puggala)
  • Mereka yang tidak dapat menembus Magga-Phala seberapa pun seringnya mereka mendengar dan mempraktikkan Dhamma dalam kehidupan sekarang (padaparama puggala) namun memiliki manfaat memperoleh bakat (vāsanā) Dhamma dalam kehidupan mendatang. Bagaikan bunga teratai yang sakit, tidak dapat keluar dan air dan tidak dapat mekar yang akhirnya menjadi makanan ikan dan kura-kura.

Melihat empat jenis makkhluk-makhluk ini dan merenungkan Dhamma yang dapat bermanfaat bagi mereka, Buddha mengembangkan semangat untuk mengajar Dhamma. Kemudian Beliau melanjutkan dengan memisahkan makhluk-makhluk dalam dua kelompok: mereka yang dapat menembus kebenaran yang lebih tinggi dan mencapai kebebasan (bhabba puggala), dan mereka yang tidak mampu menembus kebenaran yang lebih tinggi dan tidak dapat mencapai kebebasan (abhabba puggala)

Setelah merenungkan dan melihat 4 jenis makhluk ini, Buddha memberikan persetujuan kepada Mahābrahmā Sahampati dalam syair berikut:

Apārutā tessaṁ amatassa dvāra.

Ye sotavanto pamuncantu saffhaṁ.

Vihiṁsasaññi paguṇaṁ na bhāsim.

Dhammaṁ paṇitaṁ manujesu Brahme.

(O Mahābrahmā Sahampati, Aku tidak menutup pintu Magga bagi para dewa dan manusia untuk memasuki Nibbāna Abadi dan mencapai Kebebasan. (Pintu itu senantiasa terbuka). Semoga dewa dan manusia yang memiliki pendengaran yang baik (sotapasāda) memperlihatkan keyakinan terhadap-Ku.)

Demikianlah pertimbangan mengenai 4 jenis makhluk yang diamati oleh Sang Buddha sebelum mengajarkan Dhamma. Akhirnya demi kasih sayang kepada semua makhluk, Sang Buddha memutuskan untuk mengajarkan Dhamma yang dapat kita pelajari dan praktikkan hingga saat ini.

|| Sumber : Sayadaw, Tipiṭakadhara Miṅgun, 2008, Riwayat Agung Para Buddha 1, Jakarta : Ehipassiko Foundation & Giri Maṅgala Publications

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top