Mengapa Seseorang Bermimpi Ketika Tidur?

Mengapa Seseorang Bermimpi Ketika Tidur?

Mimpi adalah salah satu kejadian yang sangat sering kita alami. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mimpi diartikan sebagai sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur. Dalam masyarakat, ada banyak orang mengatakan bahwa mimpi adalah “bunga tidur”. Meskipun demikian, sebaiknya mimpi yang kita alami tidak kita abaikan begitu saja. Kita bisa mulai untuk memahami setiap mimpi yang datang pada saat kita tidur. Memahami mimpi berarti memahami diri sendiri, karena mimpi yang hadir di dalam tidur tercipta dari alam pikir kita masing-masing (Dee, 1991).

Dalam kasus mimpi yang tidak menyenangkan, beberapa orang mungkin merasa khawatir dan terus bertanya-tanya arti dari mimpi tersebut. Namun sebagian orang lagi ada yang hanya menganggap bahwa mimpi hanya sesuatu yang lewat begitu saja. Begitu pula ketika seseorang mengalami mimpi yang indah. Ada orang yang begitu senang dan penuh pengharapan, ada juga yang merasa biasa saja.

Penyebab Mimpi dalam Agama Buddha

Sang Buddha menjelaskan ada 4 hal yang membuat seseorang bermimpi, diantaranya:

  • Karena perubahan metabolisme tubuh. Misalnya kegagalan cairan empedu, sehingga seseorang mengalami mimpi yang menakutkan seperti jatuh dari gunung, berjalan di udara dengan penuh ketakutan, dikejar oleh binatang buas seperti gajah liar, kuda liar, singa, macan, dan lain-lain, atau oleh orang jahat. Ini adalah salah satu penyebab mimpi.
  • Pengalaman masa lalu. Karena pengalaman masa lalu, seseorang bermimpi melihat, mendengarkan dan menggunakan objek yang telah dilihat, didengar atau digunakan sebelumnya. Artinya, mimpi ini terjadi karena hal-hal yang telah dialami oleh seseorang
  • Mimpi yang diberi oleh para dewa. Segala jenis objek-objek ilusi yang diciptakan oleh para dewa dalam mimpi seseorang, sebuah mimpi yang baik jika para dewa menginginkan orang itu mendapatkan sesuatu yang baik. Seseorang dapat melihat semua objek ini melalui kekuatan batin para dewa.
  • Merupakan suatu pertanda. Ketika seseorang memimpikan suatu pertanda, seseorang melihat sesuatu yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang meramalkan peristiwa masa depan karena perbuatan baik atau perbuatan buruk dilakukan pada masa lalu. Misalnya, mimpi Ratu Mahamaya yang meramalkan akan mengandung seorang putra atau seperti mimpi Raja Kosala yang meramalkan enam belas peristiwa besar atau seperti  lima mimpi Bodhisatta.

Memahami mimpi tidaklah salah. Namun hal penting yang harus kita ingat adalah jangan kemudian kita merasa cemas dengan mimpi yang mungkin kurang menyenangkan. Karena semua itu belum terjadi. Sang Buddha menjelaskan dalam Suttapiṭaka, Buddhavaṁsa:

Lepaskanlah masa lalu dan lepaskanlah masa depan. Urusan utama manusia seharusnya adalah di sini-dan-kini, di mana ia seharusnya mengembangkan bagi dirinya sebuah jalan keluar dari rantai semua makhluk hidup.”

Ketika Anda mengalami mimpi yang menyenangkan juga sebaiknya tidak perlu merasa gembira yang berlebihan. Karena hal itu dapat membuat Anda mengharapkan hal-hal menyenangkan akan terjadi pada Anda. Jika harapan dan bayangan Anda tersebut tidak tercapai, maka Anda akan merasa menderita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top